Kunjungan kerja ke 'kampung idiot'

Memakaikan baju ke penderita keterbelakangan mental
Ponorogo – Kunjungan kerja ke daerah pemilihan selalu membawa semangat lebih dibandingkan dengan kunjungan kerja ke daerah yang lain. Tentu berkaitan dengan tanggungjawab yang harus diemban selaku wakil masyarakat. Disini wakil rakyat dapat secara langsung berhadapan dengan  realita dan permasalahan daerah. Termasuk yang dilakukan Dra. Mardiana Indraswati dalam kunjungan kerja Komisi IX  DPR RI di Desa Krebet Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Seperti yang telah diberitakan diberbagai media, disini ditemukan adanya penduduk yang memiliki keterbelakangan mental hingga dikenal dengan kampung idiot. Dra. Mardiana Indraswati mengatakan ,’Saya pribadi kurang sependapat mengenai sebutan tersebut, saya lebih bisa menyebut masyarakat dengan kebutuhan khusus.’

Dengan salah satu penderita usia anak-anak
Dra. Mardiana Indraswati menjelaskan ,’Jauh sebelum ini menjadi pemberitaan, saya sudah pernah menyampaikan persoalan ini terhadap dinas terkait. Terbukti memang sudah banyak bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak yang concern menanggulangi persoalan ini. Setelah meminta keterangan pihak-pihak terkait dan melihat secara langsung, Dra. Mardiana Indraswati berpendapat selain kondisi ekonomi rendah dan kekurangan asupan gizi, kasus penderita keterbelakangan mental disebabkan oleh perkawinan sedarah. ‘Persoalan ini harus mendapat perlakuan khusus,’ tambahnya. Persoalan keterbelakangan mental ini selain di Desa Krebet, juga terjadi di Desa Karangpatihan. Data Kabupaten Ponorogo merinci, dari 111 jiwa yang masuk kelompok keluarga dengan masalah keterbelakangan mental, sebagaimana data resmi desa setempat, mayoritas warga idiot ini berusia 40 tahun ke atas. Sebagian lain berusia antara 30-40 tahun, dan sebagian kecil lagi adalah usia balita hingga dewasa.

Dari total 1.756 KK yang tercatat di administrasi desa, 1.203 KK di antaranya hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah sebanyak itu sudah termasuk 49 KK yang sebagian atau seluruh anggota keluarganya mengalami keterbelakangan mental.
Bersama penderita usia dewasa
Ini menandakan bahwa pembangunan di Indonesia belum merata, belum menyentuh masyarakat pedalaman dan daerah pedesaan. Dra. Mardiana Indraswati menambahkan,’ pembangunan di ponorogo masih terpusat di kota, belum merata dan banyak kondisi perkampungan di beberapa kecamatan masih tetap sama dari dulu’.
 
Ia berjanji akan mengangkat persoalan ini lebih mendalam disaat rapat kerja dengan Menteri Kesehatan, Menteri Tenaga Kerja, BKKBN dan dengan Gubenur Jatim Soekarwo. “Pasca kunker ini, Komisi IX akan panggil semua elemen terkait untuk duduk bersama mencari solusi pembenahannya,” ujarnya (@ry)

1 komentar:

Dien mengatakan...

Benar Bu, ini harus bener bener mendapat perhatian khusus oleh Pemerintah. Harusnya pemerintah jangan bertele-tele menyikapi hal ini. Apa kata dunia nanti jika persoalan seperti ini tidak ada penanganan khusus...!! Satu hal Ibu, ini kayaknya harus ada sedikit pembenaran terkait kunjungan kemarin. Memang benar Awalnya Rombongan datang di Balai Ds Krebet, tapi yang saya lihat rombongan tidak melakukan kunjungan di warga Ediot Krebet, tetapi cenderung ke warga ediot di Ds.Sidorejo dsn Sidowayah yaitu Desa baru hasil pemekaran beberapa tahun yang lalu,,

Posting Komentar

Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates